PASAR PRINTER LFP terdongkrak oleh media & proyek besar

 
Erly Rusiawati | 22 April 2012 12:15 WIB

 

JAKARTA: Pasar printer berformat besar (large format printer/LFP) yang terdiri dari pasar grafis dan pasar teknis tumbuh 40,1% pada 2011 dibandingkan 2010. Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memprediksi pertumbuhan ini terus berlanjut pada tahun ini. 
 
Pasar grafis diperkirakan tumbuh karena dorongan permintaan printer berbasis pelarut (solvent-based printer) di segmen pasar media signage. Adapun, di pasar teknis, permintaan akan printer berbasis cairan (aqueous-based printer) dipicu pertumbuhan proyek-proyek besar. 
 
"Pasar grafis diperkirakan tumbuh secara substansial dalam beberapa bulan mendatang karena digelarnya pilkada pada paruh kedua 2012 dan pemilihan presiden pada 2014. Peristiwa besar ini kemungkinan mendongkrak permintaan untuk media signage menggunakan tinta pelarut," kata Muhammad Ikhwan, Associate Market Analyst for Peripherals IDC Indonesia, melalui siaran pers IDC Indonesia. 
 
Di pasar grafis, printer berbasis pelarut telah menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa kuartal terakhir. Sejak kuartal IV 2010 penggunaan tinta pelarut telah menyusul penggunaan tinta berair. Karena harga lateks dan tinta ultraviolet (UV) mahal, keduanya tidak menyusul tren penggunaan tinta pelarut.
 
Pangsa pasar tinta pelarut di pasar grafis pada 2011 mencapai 55,7% atau mengalami kenaikan 16,8% dibandingkan 2010. Pada 2011, beberapa peristiwa seperti Southeast Asian Games dan pemilihan umum mendorong permintaan akan grafis berbasis pelarut. 
 
Selain itu, IDC mengamati terjadi pergeseran budaya cetak di Indonesia, dari cetak sablon menuju cetak digital. Bahkan, warung-warung di Indonesia menggunakan tinta pelarut signage untuk mendorong tampilan dan promosi. 
 
"Berkat lonjakan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia, baik dari sektor swasta maupun publik, IDC memprediksi permintaan LFP dari pasar teknis segmen arsitektur, teknik, dan konstruksi meningkat," ujar Ikhwan. 
 
Tahun ini saja, pemerintah Indonesia sedang menggarap lebih dari 50 proyek infrastruktur dan industri senilai US$17,7 miliar. Proyek-proyek ini bakal memicu pertumbuhan di pasar LFP teknis, terutama printer berformat lebar 42 inci sampai 44 inci. Untuk pasar teknis, LFP tinta cair masih mendominasi pasar dengan pangsa 97,6% pada 2011. 
 
Permintaan untuk toner dan LFP tinta padat masih sangat rendah dibandingkan dengan LFP cair karena LFP cair lebih ekonomis. Di pasar teknis, harga merupakan faktor penting bagi konsumen Indonesia. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top