APLIKASI TI: Layanan awan bidang kesehatan di Asia Pasifik cerah

JAKARTA: Meski wilayah Asia Pasifik belum menjadi saksi adopsi layanan awan dalam industri kesehatan, survei terbaru IDC Health Insights mengungkapkan masa depan tampak menjanjikan bagi teknologi ini di sana.Survei mencatat 69% pembuat keputusan TI di
Erly Rusiawati | 19 April 2012 09:19 WIB

JAKARTA: Meski wilayah Asia Pasifik belum menjadi saksi adopsi layanan awan dalam industri kesehatan, survei terbaru IDC Health Insights mengungkapkan masa depan tampak menjanjikan bagi teknologi ini di sana.Survei mencatat 69% pembuat keputusan TI di seluruh wilayah di kawasan Asia Pasifik memiliki anggaran untuk komputasi awan.

 

Dalam 3 tahun mendatang, tidak satupun dari mereka memiliki niat untuk mengurangi belanja awan. Sementara, setengah dari mereka punya niatmenghabiskan lebih banyak anggaran untuk berbelanja awan.Studi ini menghasilkan wawasan lain yang menarik. Para penyedia layanan kesehatan di Asia Pasifik melihat adopsi awan melampaui keuntungan jangka pendek seperti model bayar-per-penggunaan, tidak ada biaya implementasi, dan fitur out-of-the-box."Industri kesehatan sadar manfaat arsitektur awan dalam memecahkan masalah sumber daya manusia dan membantu mereka menuju bisnis strategis untuk meningkatkan kepuasan pasien, hasil klinis, dan memberikan kesehatan kolaboratif,"  tutur Sash Mukherjee, Senior Market Analyst untuk IDC Health Insights Asia/Pacific, dalam situs www.idc.com.Walau ada perbedaan dalam pola pikir dari enam negara yang disurvei, perhatian utama tentang teknologi awan berputar di sekitar masalah keamanan dan konektivitas.

 

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kapasitas server dan penyimpanan yang sesuai permintaan merupakan bidang utama pemanfaatan awan di industri kesehatan. Hal ini mencerminkan volume besar data terstruktur dan tidak terstruktur yang menghasilkan layanan pasien-sentris.(api) 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ HARGA EMAS berada di titik keseimbangan

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ BURSA ASIA: NIKKEI tergelincir

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

+ Spanyol menyeret EURO terus terpuruk

+ REKOMENDASI: Mau beli SAHAM apa saja?

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top