Telkom & KAI garap layanan informasi penumpang

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dalam lingkup penggunaan beragam layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).Layanan itu meliputi pembangunan data centre dan data recovery centre,
Erly Rusiawati | 17 April 2012 14:30 WIB

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dalam lingkup penggunaan beragam layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).Layanan itu meliputi pembangunan data centre dan data recovery centre, e-Ticketing, e-Payment, call centre, e-Health, solusi machine 2 machine dan vending machine.Juga Telkom Solution berbasis Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), Software as a Service (SaaS), serta teknologi komputasi awan.Kemitraan tersebut termuat dalam penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding), kemarin, 16 April 2012.MoU ditandatangani Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah serta Direktur Utama KAI Ignasius Jonan.  “Kesinambungan sinergi antara pelaku usaha transportasi, dalam hal ini KAI, serta pelaku usaha jasa telekomunikasi dan informasi, dalam hal ini Telkom, perlu terus ditingkatkan untuk semakin  mengokohkan peran kedua perusahaan,” kata Rinaldi dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa, 17 April 2012.Menurutnya, kerja sama Telkom dan KAI tersebut merupakan bukti nyata sinergi antara dua BUMN besar di Indonesia.Sinergi ini diharapkan memberi dampak positif terhadap nilai maupun kegiatan operasional kedua pihak. Di masa mendatang diharapkan dapat memicu munculnya sinergi-sinergi BUMN yang lain.Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan dengan ditandatanganinya MoU tersebut semakin terbuka peluang bagi KAI dan Telkom meningkatkan sinergi.“Pengalaman dan kekuatan Telkom dalam mengelola layanan yang berbasis TIK akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan bisnis transportasi yang dikelola KAI serta meningkatkan kepuasan penumpang,” katanya.Salah satu strategi KAI untuk meningkatkan pendapatan selain mendatangkan 20 lokomotif baru dari General Electric USA adalah peningkatan sistem teknologi informasi dengan mengembangkan sistemticketing yang setara dengan sistem ticketing perusahaan penerbangan.Telkom dan KAI telah  merintis sinergi melalui penandatanganan MoU di Kementerian BUMN pada 23 Februari 2010.Salah satu gebrakan Sinergi BUMN pada 2010 tersebut adalah sinergi empat moda transportasi yangdidukung penuh oleh Telkom. KAI, DAMRI, Indonesia Ferry, dan PELNI bekerja sama dengan Telkom mengimplementasikan single ticketing, Tiket Terpadu Antar Moda (TiTAM), serta solusi RTS (Rail Ticketing System) KAI.Saat ini seluruh kereta komersial KAI sudah menggunakan aplikasi RTS. Salah satu channel penjualan RTS adalah Railbox.Telkom telah menempatkan 10 Railbox di stasiun besar dan di Mall EX Plaza Indonesia yang telah diluncurkan pada 5 April 2012.KAI menargetkan pendapatan dari angkutan penumpang sepanjang 2012 naik 7,94% menjadi Rp3,26 triliundibandingkan target pendapatan 2011 sebesar Rp3,02 triliun.Pendapatan jasa angkutan barang tumbuh signifikan dibandingkan pertumbuhan pendapatan angkutan penumpang akibat investasi sarana yang dilakukan perseroan sejak awal 2011.Peningkatan channel penjualan tiket tidak hanya melalui loket di stasiun, tetapi juga melalui agen, B2B (Posindo, Indomaret, Citos), Call Center 121 serta Vending Machine atau Railbox serta kemudahan lain melalui Internet dan Mobile Reservation. (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top