CYBER CRIME: Geng hacker Anonymous kembali menggila!

JAKARTA: Dianggap akan bubar pasca penangkapan sejumlah pentolannya pada Maret lalu, geng peretas Anonymous kini justru kembali merajalela. China dan Tunisia kini jadi sasaran aksi hacker-hacker jenius tersebut.Pagi ini, geng peretas Anonymous melalui
Tusrisep | 09 April 2012 10:39 WIB

JAKARTA: Dianggap akan bubar pasca penangkapan sejumlah pentolannya pada Maret lalu, geng peretas Anonymous kini justru kembali merajalela. China dan Tunisia kini jadi sasaran aksi hacker-hacker jenius tersebut.Pagi ini, geng peretas Anonymous melalui laman Facebook milik Anonymous TN mengaku telah merentas 2.725 surat elektronik milik Partai Ennahda yang berkuasa di Tunisia termasuk milik perdana menteri.Seorang hacker dengan topeng "Guy Fawkes" menyatakan email yang dirilis adalah protes terhadap kegagalan Ennahda melindungi para pengangguran dan seniman yang diserang oleh kelompok Islam Salafi.Email yang berhasil diretas berisi nomor telepon, transaksi bank dan faktur dibayar selama kampanye pemilihan Tunisia pada Oktober lalu, di mana Ennahda memenangkan lebih dari 40% persen kursi parlemen sehingga memenangkan pemilu.Anonymous juga merilis email milik Perdana Menteri Hamadi Jebali, seorang pejabat senior Ennahda ke kedutaan Turki yang disertai lampiran CV Menteri Luar Negeri Rafik Abdesslem."Untuk pemerintah Tunisia, kami tetap menjaga sebagian besar dari rahasia data Anda. Jika Anda tidak ingin melihat ini dipublikasikan di Internet kami meminta Anda bekerja untuk menghindari sensor internet dan menghormati hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi di Tunisia," ancam sang peretas seperti dikutip dari Jerusalem Post hari ini.Pemerintah Tunisia hingga berita ini dibuat bungkam dan mengaku belum memverifikasi keaslian dari surat elektronik rahasia tersebut atau ketika jaringan mereka diakses geng perentas Anonymous.Pekan lalu geng peretas Anonymous menyatakan telah menyerang ratusan situs Cina, termasuk halaman pemerintah beberapa, untuk memprotes kebijakan sensor internet yang ketat di China.Sedikitnya, seperti klaim Anonymous, telah mengacak-acak, merusak dan membocorkan informasi dari setidaknya 500 situs di Cina selama seminggu terakhir. Situs-situs termasuk situs pemerintah kota beberapa, serta halaman komersial umum.Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei mengakui bahwa pemerintah Beijing menjadi "korban hacking," tapi dia bersikeras peselancar web China bebas untuk mengekspresikan pandangan mereka."China memiliki kebijakan maya adalah transparansi dan keterbukaan. Semua warga negara dapat mengekspresikan pandangan mereka di Internet. Dalam hal ini China adalah korban dari hacking. "Pada satu situs web pemerintah Cina, hacker meninggalkan pesan mengejek mengutuk pembatasan Internet China dan memberikan tips tentang cara untuk menghindari penyensoran yang disebut "Great Firewall of China."Banyak situs-situs jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter diblokir di China. Sebaliknya, warga China menggunakan versi sangat populer dikenal sebagai "weibo," yang dikontrol ketat oleh monitor pemerintah. Kontroversial atau isu sensitif secara politis yang diposting secara rutin dihapus oleh sensor web.Aktivitas perentas Anonymous sungguh bikin pening. Padahal pada Maret lalu terjadi penangkapan besar-besaran. Aparat AS berhasil menangkap Sabu atau Hector Xavier Monsegur beserta lima temannya. Sebelumnya pada akhir Februari, 25 hacktivist Anonymous dicokok Interpol di Eropa dan Amerika Latin.Selain Anonymous, dunia maya masih harus mewaspadai kelompok hacker kondang LulzSec yang kembali bangkit setelah tenggelam sejak akhir 2011 lalu. Waspadalah! Waspadalah!(api)

 

>> BACA JUGA:

- Kelanjutan kasus korupsi PON Riau

- Pemilukada Aceh: Kemungkinan ada riak kecil

- Real Madrid tertahan Valencia di Bernabeu

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top