ELISABETH PROUST: Mempersiapkan tim manajemen yang matang

Sejak Total E&P Indonesie berdiri pada 14 Agustus 1968, Elisabeth Proust merupakan wanita pertama yang menduduki kursi puncak pim pinan perusahaan minyak dan gas yang seluruh sahamnya dimiliki Grup Total, Prancis.
News Editor | 04 April 2012 10:40 WIB

Sejak Total E&P Indonesie berdiri pada 14 Agustus 1968, Elisabeth Proust merupakan wanita pertama yang menduduki kursi puncak pim pinan perusahaan minyak dan gas yang seluruh sahamnya dimiliki Grup Total, Prancis.

 

Proust telah bergabung dengan ELF dan Total lebih dari 30 tahun. Dia memulai karier selama 10 tahun pertama di bagian drill ing. Sejak Total E&P Indonesie berdiri pada 14 Agustus 1968, Elisabeth Proust merupakan wanita pertama yang menduduki kursi puncak pimpinan perusahaan minyak dan gas yang seluruh sahamnya dimiliki Grup Total, Prancis itu.

 

Proust telah bergabung dengan ELF dan Total lebih dari 30 tahun. Dia memulai karier selama 10 tahun pertama di bagian drilling, lalu berpindah ke bagian produksi, proyek, dan menjadi manajer operasi.

 

Selain berpindah bagian, Proust berpindah lokasi kerja, mulai dari negara-negara di Afrika Barat seperti Kamerun dan Angola, Afrika Barat seperti Kamerun dan Angola Brasil di Amerika Selatan, Rusia, hingga akhirnya menjadi `kapten kapal' PT Total E&P Indonesie.

 

Dalam sebuah wawancara dengan Bisnis Indonesia, Proust memaparkan banyak hal tentang perjalanan bisnis Total di Indonesia, strategi perusahaan, kiat memotivasi karyawan, hingga cerita cita­citanya saat kecil. Berikut petikannya:

 

Bagaimana pasang surut perusahaan yang Anda pimpin?

 

Total E&P sudah beroperasi lebih dari 40 tahun di sini. Kami selalu berusaha mengembangkan bisnis berkelanjutan dengan konsep strategi jangka panjang.

 

Saya berharap strategi ini bisa berkembang. Dengan begitu kami bisa berekspansi dalam produksi untuk mengembang kan pasar, terutama di pasar domestik. Kami memulai dengan US$1,5 miliar, saya tidak lupa itu.

 

Kami masih mengeks plorasi sejumlah blok, dengan begitu kami bisa mempertahankan dan melanjutkan harapan. Di Mahakam, kami telah meningkatkan investasi lebih dari US$25 miliar dalam mengembangkan sejumlah lapangan eksplorasi dalam upaya mencapai produksi level tinggi.

 

Kami telah memproduksi 70% cadangan gas hingga akhir 2011. Mahakam telah menjadi aset gas yang mature. Tantangannya beragam, terutama untuk memastikan pembatasan laju produksi sekitar 3% per tahun.

 

Kami telah mendesain heavy work program, setiap tahun lebih dari US$2 miliar kami keluarkan untuk pengukuran seis mik dan pengembangan teknologi mutakhir.

 

Inilah yang terpenting untuk Indonesia bahwa Total E&P berkomitmen merealisasikan strategi jang ka panjang, baik di Blok Mahakam maupun di luar Mahakam. Saat ini kami ter tarik pada 40 blok. Kami dapat tertarik dengan eksplorasi penuh risiko deep offshore.

 

Saat ini kami sedang diseleksi untuk Natuna oleh Pertamina, di mana lapangannya sangat kompleks untuk dikembangkan karena kadar karbon dioksida sangat tinggi. Namun, Total E&P Indonesie melihat Natuna merupakan proyek penting, kami dapat berkontribusi dalam pengembangan dan produksi.

 

Total E&P dan Pertamina dapat menggalang kemitraan dalam penyediaan teknologi. Kami siap menyediakan teknologi yang mampu mengatasi kompleksitas persoalan di Natuna.

 

Akan tetapi, strategi dalam konteks dalam waktu yang lebih panjang, kami tidak hanya mengembangkan perusahaan, kami juga mengembangkan apa yang ada di sekitar perusahaan, semisal komunitas, infrastruktur, kehidupan ekonomi dan sosial.

 

Di Indonesia kami harus bekerja untuk inti-plasma. Kami sukses tahun ini untuk menjadi inti di Kalimantan. Saya pikir ini penting karena membutuhkan usaha yang luar biasa besar dalam mewujudkan tingkat aktivitas pekerjaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yakni sekitar 35--45 juta jam kerja per tahun yang setara dengan lebih dari 20.000 pekerjaan tetap di lapangan Mahakam setiap hari.

 

Tahun lalu dilakukan 3.078 hari pengeboran dengan sembilan rig yang memungkinkan pengerjaan pengeboran di 128 sumur, angka tertinggi dalam setahun selama beraktivitas di lapangan Mahakam. Total E&P juga telah menye lesaikan sekitar 7.900 operasi pemeliharaan sumur dengan lebih dari 50 unit pemeliharaan.

 

Bagaimana Anda memimpin Total E&P Indonesia sejak 2008?

 

Saya selalu harus memastikan strategi perusahaan berjalan dengan baik terutama dalam mengambil risiko dalam eksplorasi. Bisnis ini menarik sehingga kami perlu untuk dapat bekerja di banyak pulau di Indonesia, kami harus bisa mengambil risiko dari setiap eksplorasi.

 

Kami mengerti itu, tidak hanya bisnis di blok, tetapi juga meningkatkan komitmen untuk domestik, sehingga kami berkomitmen sejak 2008, ketika Pemerintah Indonesia meminta kami meningkatkan suplai, kami juga bersedia menambah investasi.

 

Pernahkan Anda mengambil keputusan keliru sehingga membuat situasi bisnis menjadi dilematis?

 

Tidak ada pemimpin yang mampu mengenali adanya keputusan yang keliru. Maksud saya, kami selalu berupaya untuk kompeten, kami mengorganisasikan setiap langkah dan strategi yang direncanakan. Kami juga punya banyak senior yang telah pensiun tetapi siap membantu pekerjaan kami.

 

Total E&P adalah salah satu perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia, bahkan berskala internasional. Wilayah operasi kami menyentuh 130 negara dengan total karyawan 130.000-an orang.

 

Kami mengembangkan bisnis dengan meningkatkan kualitas staf nasional sehingga memiliki integritas dengan negara, melayani dan berkontribusi bagi setiap negara.

 

Jika terjadi situasi krisis, langkah prioritas apa yang Anda lakukan agar perusahaan bisa bertahan?

 

Dalam kasus Natuna, semua perusahaan asing ingin bermitra dengan perusahaan nasional, karena tidak ada negara yang dapat membiarkan mencuri energinya, semua itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan kebutuhan energi di dalam negeri.

 

Namun, kami ingin memisahkan isu produksi dengan komitmen yang berkelanjutan untuk ketersediaan sumber energi dalam jangka waktu yang lama di Indonesia. Portofolio dalam blok produksi dan eksplorasi akan sangat menentukan. Pengembangan Natuna akan membutuhkan modal investasi besar untuk semua partner, sehingga untuk semua perusahaan nasional dibutuhkan portofolio, kami membutuhkan produksi di Mahakam, garansi pendapatan, sehingga kami memperoleh kepastian.

 

Strategi kami adalah mencakup pekerjaan besar sehingga bisa saling bermitra dengan perusahaan dan saling bertukar kesulitan dalam pengembangan. Kami juga bisa melanjutkan strategi kami untuk tahun-tahun mendatang.

 

Bagaimana Anda memotivasi staf?

 

Motivasi awal yang perlu ditanamkan adalah memberikan rasa kebanggaan terhadap perusahaan sehingga bisa mengerti strategi yang akan dijalankan. Sangat penting untuk menjelaskan strategi, dan menjelaskan mengapa harus berkontribusi dengan perusahaan sehingga bisa bekerja bersama. Selain itu, memberikan keuntungan dan benefit kepada mereka.

 

Kami juga mencoba untuk meningkatkan budaya perusahaan, kami juga memastikan semua karyawan dapat berpartisipasi dalam berbagai diskusi termasuk program volunteer dalam pendidikan di Kalimantan, seperti yang kami laku kan di Afrika.

 

Apakah perbedaan antara Indonesia dan negara lain?

 

Total E&P tidak mau berkonsentrasi pada isu-isu yang berkaitan dengan regulasi tertentu di sebuah negara mitra. Kami hanya ingin memastikan bahwa kami berkompeten untuk bermitra dengan negara-negara tersebut.

 

Di Indonesia, kami sangat kompeten, mulai dari tenaga ahli, kami juga diakui dunia, kami mampu menawarkan efisiensi, safely, according to rules. Jadi sesungguhnya tidak ada perbedaan antara provider asal Indonesia, Nigeria, dan Kanada.

 

Kami mempersiapkan tim manajemen yang matang. Kami punya banyak orang Indonesia dalam tim menajemen sekitar 4.000 staf organik, karena saya menyadari betapa pentingnya tim manajemen dari orang-orang Indonesia. Orang-orang ini kerap menyumbang ideide baru yang segar. Melalui perekrutan kami dapat menjaga konsistensi. Indonesia perform lebih baik dari banyak negara lain.

 

Total juga perlu berkembang di Afrika, yakni di Nigeria dan Angola, dan pada waktu yang sama kami memperoleh teknologi yang baru, pengetahuan, kami melihat prospek yang baik, kami masuk di empat blok offshore. Kami juga yakin dapat mengembangkan dan mengoperasikan deep offshore. Di Indonesia kami sedang menuju ke sana. Kami memberi pelatihan untuk memastikan tenaga ahli kami siap berkompetensi dalam pengembangan deep offshore.

 

Apa cita-cita saat masih kecil?

 

Saat saya kecil, saya selalu mengimpikan menjadi kapten di sebuah kapal yang bisa berlayar bertahun-tahun. Dari dulu, saya ingin menjadi kapten kapal yang mengarungi lautan luas.

 

Lantas, Apakah Anda pernah membayangkan menjadi direktur di Total E&P dan berkarier di sektor pertambangan?

 

Sebetulnya, saya tidak yakin bahkan untuk menjadi general manager. Saya pikir itu merupakan hasil dari karier yang panjang. Anda bisa mengandalkan sejumlah harapan dari setiap kesempatan, dan di waktu yang sama Anda harus mengenali banyak orang yang bisa mendapatkan posisi ini, dan saya tidak tahu ke mana saya akan melangkah ke tahap karier berikutnya, kita lihat saja.

 

Apakah Anda merasa sudah berada di puncak karier?

 

Saya tidak tahu, tapi saya harap belum. Indonesia merupakan salah satu negara yang berperan besar terhadap perkembangan Total E&P. Maka apabila Anda sudah bisa memeroleh posisi ini, Anda tahu apa yang harus dilakukan, dengan begitu saya bisa melangkah ke tahap berikutnya.

 

Apa rencana-rencana aksi korporasi yang akan direalisasikan dalam 1-2 tahun mendatang?

 

Apa pun bisnis berikutnya merupakan bagian dari strategi yang langsung dari kantor pusat di Prancis. Saya tidak bisa banyak berkomentar tentang apa yang sedang direncanakan untuk jangka panjang pada negara-negara mitra. Namun, saya yakin kami bisa melakukan banyak hal di Indonesia karena masih banyak peluang eksplorasi. Kami berencana mengambil blok-blok baru, terutama kesempatan dalam terlibat di Blok Natuna.

 

 

 

Sumber : Surya Saputra Mahendra & Moh. Fatkhul Maskur

Tag :
Editor : Sitta Husein

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top