DEMO BBM: Trafik Telkomsel Sulampua naik 5%

MAKASSAR: Trafik telekomunikasi di jaringan Telkomsel wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua meningkat 5% sepanjang pekan lalu saat aktivitas demo anti kenaikan harga BBM gencar dilakukan sejumlah mahasiswa di Makassar.Head of ICT Network Management Sulawesi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 03 April 2012  |  11:10 WIB

MAKASSAR: Trafik telekomunikasi di jaringan Telkomsel wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua meningkat 5% sepanjang pekan lalu saat aktivitas demo anti kenaikan harga BBM gencar dilakukan sejumlah mahasiswa di Makassar.Head of ICT Network Management Sulawesi and Papua Division Andrias Indra menuturkan, idealnya penggunaan kapasitas terpasang jaringan di wilayah Sulampua antara 70% hingga 80%.“Namun, minggu lalu terjadi lonjakan 5% sehingga menjadi 85%, akibat adanya aktivitas demo besar-besaran. Penggunaan jaringan menjadi cukup tinggi di beberapa titik-titik tertentu, khususnya di Makassar,” ujar Andrias, Senin 1 April 2012.Menurutnya, sebelum demo besar-besaran berlangsung, pihaknya sudah mengantisipasi dan mengindikasi titik-titik mana saja yang akan menjadi pusat aksi demo sejumlah mahasiswa.Salah satu cara mengantisipasi lonjakan penggunaan jaringan tersebut adalah penyediaan 30 mobile base transceiver station (BTS) yang tersebar di semua titik tempat aksi demo berlangsung, terutama di Makassar.Dia menyebutkan lonjakan data cukup signifikan, yaitu mencapai 30% dari penggunaan data saat kondisi normal.Kenaikan itu, menurutnya, dipicu oleh banyaknya masyarakat yang mengakses informasi tentang demo tersebut, melalui BlackBerry Messenger (BBM), atau melalui jejaring sosial seperti twitter dan facebook.Saat ini, ungkap Andrias, penggunaan jaringan untuk voice, SMS, data di Sulampua telah didukung oleh 5.500 BTS, dan khusus Makassar ada 450 BTS.Sementara dari target penambahan 1.000 BTS yang akan dibangun tahun ini perkembangannya telah mencapai 30%.

 

”Satu BTS, idealnya bisa untuk melayani 200 percakapan per detik secara bersamaan, serta 6.000 SMS per detik secara bersamaan,” paparnya. (K38/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top