Hancom siap garap pasar Indonesia

JAKARTA: Hancom, perusahaan piranti lunak (software) terbesar di Korea Selatan fokus mengembangkan pangsa pasar internasional tahun depan, khususnya di Amerika Serikat, Perancis, dan Indonesia.Hong Gong Lee, CEO Hancom mengatakan pihaknya mulai mengembangkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  15:32 WIB

JAKARTA: Hancom, perusahaan piranti lunak (software) terbesar di Korea Selatan fokus mengembangkan pangsa pasar internasional tahun depan, khususnya di Amerika Serikat, Perancis, dan Indonesia.Hong Gong Lee, CEO Hancom mengatakan pihaknya mulai mengembangkan bisnisnya ke luar negeri, luar Korea Selatan sejak tahun lalu dan kini sudah cukup kuat di Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Swiss, dan Belgia."Tahun depan fokus kami ada pada tiga negara, salah satunya Indonesia dengan misi memperkenalkan software bisnis di luar Microsoft dengan harga terjangkau melalui Office Software Bussiness dan Thinkfree Bussiness," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.Lee menjelaskan Hancom adalah perusahaan piranti lunak terbesar kedua di dunia setelah Microsoft. Selama ini banyak negara dan masyarakat hanya mengenai produk Office dari vendor asal Amerika Serikat tersebut.Perusahaan ini mencatat penjualan 58 miliar won korea sepanjang 2011, naik 23,4% dibandingkan dengan penjualan sepanjang 2010 sebesar 47,3 miliar won korea.Hancom menawarkan produk Office yang bisa berjalan di program keluaran Microsoft dengan harga lebih terjangkau. Sebagai perbandingan di Indonesia Office 2010 Microsoft dibanderol US$400, sementara Hancom Office2010 seharga US$120.Lee menambahkan produk keluarannya sekilas tampak seperti produk yang mayoritas digunakan saat ini, Office keluaran vendor terbesar, sehingga pengguna tidak perlu repot mempelajari cara pengoperasiannya.File atau dokumen yang dibuat juga akan disimpan dalam bentuk yang bisa dibuka dengan piranti lunak keluaran vendor lain, seperti .doc dan .docx pada dokumen word.Dong Chan Eddie Noh, Sales Manager Overseas Business Team Hancom mengatakan pihaknya juga memiliki produk office Thinkfree yang terkenal di kalangan pengguna ponsel pintar dan tablet berbasis sistem operasi Android.Thinkfree bisa digunakan oleh pengguna sistem operasi Android mulai dari Froyo hingga yang terbaru seperti Honeycomb dan Ice Cream Sandwich. Hancom bekerjasama dengan beberapa vendor seperti Samsung, LG, serta Toshiba."Thinkfree juga bisa berjalan dengan baik di komputer jinjing dan kuartal II/2012 pada sistem operasi keluaran Apple yang saat ini baru terbatas untuk membuka dan membaca file dokumen. Besok pengguna bisa mengedit hingga mengirim dokumen," ujarnya.Lee menambahkan pihaknya melihat potensi pasar di Indonesia cukup besar, walaupun banyak pihak menyebutkan tingkat pembajakan software di sini sangat tinggi.Baginya, hal tersebut terjadi karena masyarakat membutuhkan program tersebut, namun harga produk asli dipasaran sangat tinggi. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Fita Indah Maulani

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top