'Ponsel pintar butuh standardisasi sistem proteksi'

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Desember 2011  |  11:40 WIB

 

JAKARTA: Perangkat telepon seluler membutuhkan standarisasi sistem proteksi baik dari serangan malware maupun aktivitas peretas (hacker) menyusul peningkatan aktivitas akses internet melalui smartphone.
 
Pakar Telematika dan Keamanan Internet Institut Teknologi Bandung Budi Rahardjo mengatakan pergeseran pilihan perangkat akses Internet dari komputer ke ponsel menandai sejumlah potensi ancaman bagi pengguna smartphone.
 
Pada prinsipnya, seru Budi, para peretas memanfaatkan longgarnya sistem keamanan ponsel untuk mencari keuntungan baik yang bersifat materi maupun kepuasan pribadi. Menurutnya, maraknya aktivitas banking melalui smartphone kian mengundang ketertarikan para peretas.
 
"Akan semakin berbahaya ketika setiap aktivitas keuangan mulai bisa dilakukan melalui ponsel," ungkapnya kepada Bisnis hari ini.
 
Selain itu, Budi mengungkapkan ponsel kini cenderung terbuka menerima aneka aplikasi sehingga rentan terhadap serangan virus dan spyware. Mayoritas smartphone, ujarnya, belum membekali fitur yang mampu memoderasi kecerobohan pengguna.
 
Menurut Budi, pada awalnya ponsel menjejali aplikasi di ruang terpisah dari sistem operasi. Namun, saat ini pengguna bahkan dapat melakukan jailbreak untuk memodifikasi dan mereduksi keterbatasan perangkat smartphone. "Sehingga malware bisa menerobos dengan leluasa." 
 
Faktor harga
 
Executive Chairman Mastel Taufik Hasan mengatakan peningkatan jumlah pengakses Internet melalui ponsel merupakan respon dari rendahnya harga smartphone. Taufik menduga ke depan performa smartphone akan semakin ideal mengakses konten internet.
 
"Nantinya, kita akan semakin mudah berbelanja, memesan tiket, dan kegiatan lainnya," katanya.
 
Menurut Taufik, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan smartphone murah adalah platform sistem operasi seperti Android. Taufik menilai kelonggaran sistem keamanan tidak akan mereduksi tingkat penjualan smartphone berbasis Android pada tahun depan. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Surya Mahendra Saputra

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top