Telkomsel Targetkan 10.000 Pengiklan Mobile Advertising

JAKARTA: Telkomsel menargetkan 10.000 pengiklan multi sektor mobile advertising pada 2012 di tengah tumbuhnya industri mobile advertising.Solusi mobile advertising yang diluncurkan hari ini yakni U Interactive, MMS Video Ads, dan Mobile Ads Banner. VP
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  18:32 WIB

JAKARTA: Telkomsel menargetkan 10.000 pengiklan multi sektor mobile advertising pada 2012 di tengah tumbuhnya industri mobile advertising.Solusi mobile advertising yang diluncurkan hari ini yakni U Interactive, MMS Video Ads, dan Mobile Ads Banner. VP Mobile Advertising Management Telkomsel Nyoto Priyono mengatakan ketiga mobile advertising itu mampu menjawa kebutuhan aktivitas promosi pengiklan secara lebih produktif karena didukung jaringan mobile broadband yang luas.“Saat ini belum ada pengiklan karena kami sedang mencari pengalaman. Mulai Januari 2012 baru kami cari pengiklan,” katanya di Jakarta hari ini.Mobile advertising yang dihadirkan Telkomsel memiliki keunggulan sebagai solusi beriklan yang personal dan relevan dengan kemampuan menjangkau target pengiklan secara massal. Mobile advertising terpadu mampu memenuhi kebutuhan pengiklan dengan berbagai jenis fitur lengkap dan sesuai gaya hidup masyarakat.Menurut Nyoto, mobile advertising dapat menyumbang Rp150 miliar hingga Rp250 miliar kepada total pendapatan Telkomsel tahun depan. Pertumbuhan mobile advertising akan terus meroket seiring meluasnya pengiklan dalam mempromosikan produknya ke banyak saluran komunikasi.“Saya prediksi pertumbuhan mobile advertising pada 2012 mencapai 60%,” ucapnya.Saat ini Telkomsel telah memproduksi jutaan iklan mobile yang melibatkan lebih dari 5.000 merek ternama dari berbagai kategori industri, seperti perbankan, makanan dan minuman, consumer goods, otomotif, dan sebagainya. Dengan memanfaatkan potensi pasar yang masih terbuka luas, Telkomsel bertekad menjadi prominent player di industri mobile advertising.“Kami pionir di industri ini. Malahan, kami mengajarkan ke operator telekomunikasi lain untuk tumbuh dalam mobile advertising. Ini bukan perkara meraup berapa banyak pelanggan karena setiap operator sudah punya pelanggan masing-masing,” papar Nyoto.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top