Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis pangkas belanja teknologi global 6%

SEATTLE: Imbas krisis keuangan Eropa dan Amerika Serikat diproyeksi akan memangkas anggaran belanja teknologi hingga 6% pada 2012.Menurut Survey UBS Wealth Management Research (WMR), anggaran belanja teknologi hanya akan merangkak 0,8% pada tahun depan.Akibatnya,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 November 2011  |  20:36 WIB

SEATTLE: Imbas krisis keuangan Eropa dan Amerika Serikat diproyeksi akan memangkas anggaran belanja teknologi hingga 6% pada 2012.Menurut Survey UBS Wealth Management Research (WMR), anggaran belanja teknologi hanya akan merangkak 0,8% pada tahun depan.Akibatnya, pertumbuhan penjualan produk teknologi dan informasi akan melambat bagi perusahaan seperti Microsoft dan IBM yang mengandalkan pelanggan dari instansi pemerintah dan jasa keuangan.Sejumlah vendor teknologi diproyeksi akan menderita tren perlambatan keuntungan setelah sejumlah negara memutuskan memperketat belanja perangkat teknologi informasi.Pada 2012, tingkat penjualan perangkat lunak Microsoft ditengarai merosot 5 poin dari pencapaian tahun ini sebesar 12%.IBM tahun depan disinyalir hanya akan menikmati peningkatan penjualan sebesar 3%, turun 4 poin dari pencapaian tahun ini sebesar 7% di sejumlah pangsa pasar terbesarnya seperti kota-kota di Amerika Serikat dan Eropa.Richard Gordon, Analis Pasar dari Gartner, mengatakan gejala pesimistis telah mewabah akibat krisis yang mendera sejumlah negara.Industri teknologi perlu mempersiapkan antisipasi terhadap tekanan yang mengakibatkan melambatnya pendapatan dari sektor penjualan produk.Meski begitu, Gordon berharap tahun depan belanja teknologi informasi untuk kalangan bisnis tidak turun lebih dari 2,0 poin dari total belanja teknologi tahun ini yang meningkat 5,9%.“Proyeksi tersebut bisa tak tercapai mengingat tren pesimistis di sejumlah negara,”ungkapnya hari ini.Sejumlah perusahaan mulai berupaya mengakali situasi tersebut dengan menerapkan sejumlah langkah strategis.VMware, misalnya, produsen perangkat lunak ini menawarkan pelanggan sebuah produk penggunaan pusat data yang lebih efisien dan menawarkan alternatif harga yang terjangkau.Microsoft memutuskan untuk memangkas sejumlah kesepakatan bisnis dengan IBM dan mencari alternatif pembiayaan murah dengan membeli perangkat dari Cisco Systems.Bahkan, Microsoft menunda pengembangan sistem operasi yang rencananya melanjutkan generasi Microsoft Windows 7.Direktur Genuine Software Initiative PT Microsoft Indonesia Sudimin Mina yakin pertumbuhan penjualan di Indonesia akan tetap stabil mengingat daya beli masyarakat yang cukup tinggi.Dia mengungkapkan Microsoft tetap memiliki ruang gerak yang besar guna mengeruk pangsa pasar di Indonesia meski penetrasi produk tablet dan ponsel kian tinggi.“Sebagian besar perusahaan dan instansi di Indonesia menggunakan aplikasi Office keluaran Microsoft. Microsoft telah menguasai pangsa pasar perusahaan, retail, dan masyarakat umum,”jelasnya.Menurut Sudimin, rasio penetrasi internet terhadap populasi akan meningkat dan melewati angka 12,5% pada tahun depan.Indonesia tetap menjadi pasar potensial bagi produsen teknologi informasi dan Microsoft punya peluang meningkatkan penjualan di Indonesia. (25/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top