Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat! Industri telekomunikasi bakal kian rumit

NUSA DUA, Bali: Industri telekomunikasi tahun depan diprediksi kian rumit karena makin ketatnya persaingan, konsumen yang kian kritis, dan dimulainya fase transisi regulasi.Persaingan akan kian ketat karena rata-rata pendapatan per pelanggan operator
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 16 November 2011  |  15:04 WIB

NUSA DUA, Bali: Industri telekomunikasi tahun depan diprediksi kian rumit karena makin ketatnya persaingan, konsumen yang kian kritis, dan dimulainya fase transisi regulasi.Persaingan akan kian ketat karena rata-rata pendapatan per pelanggan operator cenderung menurun, sementara tarifnya tetap. Pada saat yang sama, pemerintah akan mengajukan RUU Konvergensi."Rumit karena masyarakat semakin kritis. Tapi meski rumit tapi ini tantangan bagi operator,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi Gatot S. Dewa Broto, hari ini.Gatot tidak memungkiri tantangan operator telekomunikasi akan semakin ketat seiring munculnya wacana penarikan pajak 5% dari pendapatan kotor operator telekomunikasi yang dilontarkan DPR.“Itu sah saja diusulkan DPR, tapi mohon hati-hati. Operator sudah banyak dibebani oleh berbagai pungutan. Jangan sampai pembebanan pajak justru membebani konsumen. Ini harus hati-hati,” ujarnya.Selama ini, operator telekomunikasi sudah dipungut biaya hak penggunaan frekuensi telekomunikasi 0,5% dan universal service obligation 1,25% dari total pendapatan kotor. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top