Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sinyal Telkomsel memburuk, Sepakat hentikan mogok kerja

JAKARTA: Serikat Pekerja Telkomsel menghentikan aksi mogok yang sedianya dilaksanakan selama sebulan penuh, seiring dengan menurunnya kualitas layanan Telkomsel yang dipicu aksi tersebut selama beberapa hari sejak 10 November.Sekjen Serikat Pekerja Telkomsel
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 November 2011  |  14:17 WIB

JAKARTA: Serikat Pekerja Telkomsel menghentikan aksi mogok yang sedianya dilaksanakan selama sebulan penuh, seiring dengan menurunnya kualitas layanan Telkomsel yang dipicu aksi tersebut selama beberapa hari sejak 10 November.Sekjen Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat) Yogi R. Bahar mengatakan pengurus Sepakat sudah mendapat sejumlah laporan dari beberapa daerah yang BTS-nya sempat down dan layanan menjadi terganggu."Beberapa daerah seperti di Sulawesi, Jakarta, dan wilayah Jawa jaringannya terganggu. Laporan itu kami tangkap dari laporan DPW yang kemarin meeting dengan kami," ujarnya kepada Bisnis, Senin 14 November.Aksi mogok kerja karyawan Telkomsel dimulai sejak 10 November,  menurut Sepakat, kemudian berdampak pada menurunnya kualitas layanan bagi sebagian pelanggan Telkomsel."Kami Serikat Pekerja Telkomsel mewakili pekerja meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi khususnya selama 4 hari belakangan ini. Dengan mempertimbangkan berbagai hal Serikat Pekerja Telkomsel memutuskan untuk berhenti mogok kerja nasional sementara mulai 15 November 2011, pukul 07.59 WIB,  sampai waktu yang akan diputuskan lebih lanjut," tuturnya.Pertimbangan Sepakat mengakhiri mogok, menurut dia, karena kecintaan dan perhatian karyawan Telkomsel terhadap perusahaan meskipun permasalahan yang terjadi antara karyawan dan manajemen Telkomsel belum selesai.Sepakat juga mengungkapkan pertimbangan lainnya adalah kelangsungan hidup jangka panjang  perusahaan tempat karyawan bernaung, serta adanya kegiatan-kegiatan berskala internasional (KTT Asean 2011 dan Sea Games 26th) yang dapat mempengaruhi citra bangsa Indonesia. Berkenaan dengan tuntutan pekerja dan tindak lanjutnya, menurut Yogi, pihaknya sudah menyampaikan tuntutan karyawan kepada Komisi IX DPR RI dan Komisi VII DPR.Adapun tuntutan kepada manajemen Telkomsel adalah implementasi perjanjian kerja bersama (PKB) seutuhnya akan diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat dengan dukungan pihak yang berkompeten meskipun saat ini belum mencapai  titik temu.Sebelumnya, manajemen PT Telkomsel mengaku tengah mendalami aksi demo nasional karyawannya."Ini karena tuntutannya remunerasi padahal karyawan Telkomsel digaji jauh lebih tinggi dari rata-rata industri dan sangat sejahtera," ujar Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.Menurut dia, karyawan Telkomsel merupakan satu-satunya karyawan operator yang digaji 24 x gaji bulanan setahun.Sarwoto mengatakan kinerja industri menurun juga, jadi manajemen membuka dialog karena karyawan Telkomsel berpendidikan dan pintar-pintar.Yang jelas, tuturnya, kalau terjadi mogok harus ada legalitas dan kami manajemen dan karyawan yang tidak mogok menjamin layanan tidak terganggu."Bila mogok mengganggu layanan telekomunikasi untuk publik sudah ada sanksinya di UU Telekomunikasi No. 36/99 khususnya padal 55. Kita akan komunikasi secara bermartabat agar Telkomsel menjadi role model telekomunikasi yang baik," kata Sarwoto.Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia berharap aksi mogok kerja karyawan Telkomsel dapat diakhiri dengan baik antara serikat pekerja dengan manajemen Telkomsel agar layanan telekomunikasi kepada pelanggan tidak terganggu."Kami terus memantaunya," kata anggota BRTI Heru Sutadi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sutan Eries Adlin & Arif Pitoyo

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top