BPPT beri gelar Perekayasa Utama

 
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 28 September 2011  |  12:19 WIB

 

JAKARTA: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali mengadakan Penganugerahan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan kepada orang-orang pilihan atas jasa-jasanya yang besar, dan inovasi dalam kegiatan kerekayasaan/teknologi di bidang yang ditekuninya, yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan bangsa.
 
Penganugerahan Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) tahun ini diberikan kepada Prof. Wiratman Wangsadinata, seorang enjinir dalam bidang infrastruktur yang sudah membuat berbagai karya monumental di Indonesia.
 
Karya laki-laki kelahiran Jakarta 25 Februari 1935 ini, a.l. Gedung Wisma Nusantara, Wisma Dharmala, Bakrie Tower, Duku Atas Tunnel di Jakarta, Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Rajamandala di Bandung, Restorasi Candi Borobudur di Magelang, dan Keuliling DAM di Aceh.
 
Direktur Utama PT Wiratman & Associates ini, dalam  usianya yang menginjak 76 tahun, masih tetap semangat untuk berkarya dan berinovasi. Saat ini dia dan timnya tengah merancang konstruksi pembuatan Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, dan diperkirakan menelan biaya sekitar Rp9,2 miliar.
 
Kepala BPPT Marzan A. Iskandar menuturkan penganugerahan PUK ini, merupakan yang kilima kalinya diberikan BPPT sejak 2007. Mereka yang sudah menerima PUK adalah Prof. Emil Salim bidang lingkungan dan kebumian, Ir. Ciputra bidang arsitektur, Rachmad Gobel bidang manufaktur dan indsutri, dan Arifin Panigoro bidang energi.
 
"Proses pemilihan Gelar PUK ini dilakukan melalui beberapa tahap seleksi. Yaitu tahap pengusulan calon penerima oleh beberapa instansi pemerintah, swasta, asosiasi profesi, dan industri, serta Anggota Majelis Perekayasa," ujar Ketua Majelis Perekayasa ini. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top