Perkembangan TIK picu pertumbuhan ekonomi

JAKARTA: Pemerintah optimistis teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Teknologi mencatat setiap 1% investasi di bidang ICT dapat memberikan kontribusi sekitar 3-5% ekonomi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2011  |  19:35 WIB

JAKARTA: Pemerintah optimistis teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Teknologi mencatat setiap 1% investasi di bidang ICT dapat memberikan kontribusi sekitar 3-5% ekonomi suatu negara.Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dalam forum Indonesia Broadband Economy, hari ini.“Kalau kita baca kuartal terakhir laporan BPS, share pertumbuhan ekonomi di Indonesia di bidang komunikasi dan transportasi sebesar 13% dan ini terbesar. Semua terintegrasi dengan ICT,” kata Tifatul. Kemenkominfo, lanjut Tifatul, menargetkan partisipasi ICT dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 13-15 triliun pada 2011.Sementara itu, Sekertaris Menteri Koordinasi bidang Perekonomian, Eddy Abdurahman menuturkan, Kemenko memperkirakan nilai investasi sektor ICT hingga 2014 bisa mencapai Rp 96 triliun."Saat ini Kemenkominfo, kemenkeu, dan Bappenas sedang memfinalisasi skema ICT Fund yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan pendukung ICT termasuk insentif dan subsidi," jelasnya.Senada dengan itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan juga menekankan pentingnya pertumbuhan investasi ICT untuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan dukungan ICT, Gita optimis pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia dapat melonjak dari US$ 720 milar menjadi US$ 9,3 triliun dalam 20 tahun ke depan.Dalam acara yang digagas Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini, Gita menuturkan, melalui knowledge based economy, investasi yang masuk ke Indonesia bukan hanya berupa modal tetapi juga peralihan pengetahuan dan teknologi. “Investasi di bidang pendidikan ini berpotensi mendorong industrialisasi. Namun, kita ada kekurangan soal intelectual defence system [proteksi kekayaan intelektual] yang masih sangat lemah,” ujar Gita.Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah memaparkan pentingnya perubahan pola pikir dan paradigma saat membicarakan teknologi informasi dan komunikasi. “Perlu perubahan mindset dan paradigma dari technicaly discussion ke dampak ICT terhadap perkembangan ekonomi,” ujar Firmanzah.Meski meyakini kemungkinan dampak positif ICT terhadap pertumbuhan ekonomi, namun menurut Firmanzah elastisitas dampak ICT di negara berkembang lebih rendah karena mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor informal.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top