Indonesia butuh solusi IP yang tepat

JAKARTA: Indonesia membutuhkan solusi IP (internet protocol) yang tepat dalam mendukung industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bersamaan dengan pertumbuhannya yang sangat pesat. Presiden Director Alcatel-Lucent Indonesia Frederic Chapelard
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 20 September 2011  |  15:51 WIB

JAKARTA: Indonesia membutuhkan solusi IP (internet protocol) yang tepat dalam mendukung industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bersamaan dengan pertumbuhannya yang sangat pesat. Presiden Director Alcatel-Lucent Indonesia Frederic Chapelard mengatakan pertumbuhan trafik layanan TIK mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, sedangkan spektrum merupakan sumber daya yang terbatas. Menurut dia, pertumbuhan layanan TIK dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan akan terus mengarah pada multimedia seperti video dengan kebutuhan bandwidth besar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut operator harus menyediakan jaringan dan kapasitas yang besar untuk bisa memberikan suport terhadap aplikasi-aplikasi besar yang diminati pelanggan. “Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan solusi IP yang tepat, seperti disediakan Alcatel-Lucent lewat produknya IP router dan IP backhaul yang telah digunakan lebih dari 400 jaringan service provider di 110 negara,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Adapun, solusi IP router Alcatel-Lucent hingga kini tercatat telah menempati posisi kedua dengan pangsa pasar mencapai 23%, sedangkan untuk IP backhaul di posisi pertama dengan pangsa pasar sekitar 25%. Pada Juni lalu, Alcatel-Lucent juga telah memperkenalkan router IP FP3 Chip, prosesor jaringan 400 G pertama di dunia, sebagai kelanjutan dari inovasi sebelumnya dengan prosesor jaringan 100 G. Prosesor jaringan FP3 tersebut dapat meningkatkan kecepatan jaringan empat kali lipat dari yang terbaik saat ini. FP3 sekaligus menetapkan nilai baru aplikasi, hiburan dan komunikasi online generasi berikut, serta menurunkan konsumsi daya hingga 50%. “FP3 400G merupakan generasi ketiga yang dirancang secara internal oleh Alcatel-Lucent. Produk itu merupakan kombinasi dari inovasi dan realibility untuk dapat membantu operator menyediakan jaringan terbaik,” jelas Frederick. Vice President Marketing Strategy, Public Affair, Strategic Growth Accounts Alcatel-Lucent Asia Pacific Ric Klark menuturkan wilayan ini merupakan pasar yang menarik, dengan pertumbuhan yang dinamik. Hal tersebut bersamaan dengan dorongan pemerintah negara-negara di wilayah ini dalam mendorong pembangunan broadband, seperti dilakukan di Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Australia. “Dorongan terhadap pembangunan broadband tersebut sejalan dengan terus meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan untuk mengakomodir perkembangan trafik dan berbagai jenis aplikasi. Hal itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penjualan produk Alcatel-Lucent,” terangnya. Frederick mengungkapkan keberadaan Alcatel-Lucent di Indonesia merupakan dukungan terhadap pengembangan TIK yang terus didorong oleh pemerintah seperti melalui pembangunan broadband yang masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam hal ini, Alcatel-Lucent juga telah menjalin kerja sama, koordinasi dan sharing information dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dalam penyediaan jaringan. “Indonesia menghadapi tantangan pembangunan, dan kami di sini untuk membantu dengan solusi yang kami miliki. Kami juga berpartisipasi untuk membantu dan mengedukasi komunitas TIK yang ada untuk mendukung perkembangan broadband yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” terangnya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top