RIM masih punya utang komitmen

 
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 15 September 2011  |  16:11 WIB

 

JAKARTA: Kemenkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mendesak produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM) memenuhi tiga komitmennya kepada regulator hingga akhir tahun ini.
 
Tiga komitmen itu merupakan bagian dari empat komitmen yang telah disepakati awal tahun lalu (17 Januari), meliputi pembukaan sebanyak 40 layanan purna jual, pembangunan network agregator dan koordinasi dengan instansi penegak hukum mengenai penyadapan.  
 
Adapun, satu komitmen lainnya telah dipenuhi pada 19 Januari lalu yaitu mengenai pemblokiran konten pornografi. Desakan tersebut disampaikan pada pertemuan yang digelar antara Kemenkominfo, BRTI, dan RIM, hari ini.
 
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan dalam pertemuan itu RIM telah menyampaikan kesiapannya untuk memenuhi semua komitmennya kepada regulator hingga akhir tahun ini.
 
Menurut dia, upaya pemenuhan tiga komitmen RIM tersebut hingga kini dipastikan sudah berjalan, meski progresnya dinilai terlalu lambat, mengingat jangka waktu dari Januari-September ini.
 
"Pada pertemuan yang telah digelar hari ini, pihak Kemenkominfo dan BRTI sudah menyampaikan kekecewaan dan mengeluhkan lambatnya pemenuhan komitmen RIM itu, meski sudah berjalan," ujarnya kepada Bisnis hari ini.
 
Gatot menuturkan pemenuhan komitmen RIM untuk pembukaan 40 layanan purna jual di Indonesia hingga kini baru terealisasi satu unit di Sunter, sehingga masih kurang 39 unit lagi.
 
Untuk koordinasi dengan instansi penegak hukum mengenai penyadapan, dikatakan oleh RIM sudah dilakukan, tetapi pihak Kemenkominfo dan BRTI akan melakukan kroscek dengan pihak-pihak terkait.(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top