Bisnis periklanan mobile bisa tumbuh 30%

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  19:32 WIB

 

JAKARTA: Perusahaan penyedia layanan distribusi iklan di jaringan mobile Internet, BuzzCity memproyeksikan bisnis periklanan mobile di Indonesia dapat tumbuh sebesar 30% dalam beberapa tahun ke depan.
 
CEO and Co-Founder BuzzCity Lai Kok Fung mengatakan proyeksi peningkatan bisnis periklanan lewat jaringan mobile Internet tersebut bersamaan dengan terus meningkatnya pengguna perangkat mobile, Internet, dan mobile Internet di Indonesia.
 
Menurut dia, pengguna internet di Indonesia hingga kini sudah mencapai lebih dari 31 juta orang, sedangkan pengguna perangkat mobile khususnya ponsel mencapai 210 juta orang, dan pengguna internet mobile sebanyak 25 juta orang.
 
Dia menambahkan kondisi tersebut ditengarai menjadi potensi pasar yang dapat dimanfaatkan dalam mendorong agar bisa terus menumbuhkan bisnis periklanan mobile di Indonesia.
 
“Dengan besarnya penggunaan perangkat mobile di Indonesia saat ini, kami yakin Indonesia memiliki masa depan periklanan mobile yang cerah. Mungkin sekitar 5-10 tahun mendatang bisa meningkat hingga 30%,” ujarnya, hari ini.
 
Lai menuturkan pada tahun 2010 lalu jumlah pencapaian periklanan mobile di Indonesia hanya sebesar 0,03%, masih kalah jauh dibandingkan dengan iklan cetak mencapai 44%, televisi 48%, dari total nilai mencapai US$3,67 miliar.
 
Dia menambahkan minimnya iklan lewat jaringan mobile Internet tersebut juga terjadi di sejumlah negara di Asia seperti Thailand hanya 0,2%, Vietnam hanya 0,2%, dan Malaysia sebesar 2%.
 
Kondisi tersebut antara lain ditengarai sebagai akibat dari masih rendahnya pemahaman perusahaan pemasang iklan dan agency iklan terhadap potensi pasar dari jaringan mobile Internet. 
 
Selain itu, aktivitas e-Commerce di Indonesia juga saat ini masih lemah, di mana terlihat dari pengguna kartu kredit yang masih berjumlah 3%, dari total populasi penduduk mencapai lebih dari 230 juta orang.
 
“Pemasangan iklan lewat mobile Internet memang masih rendah. Tetapi, dengan edukasi yang baik khususnya kepada perusahaan pemasang iklan dan agency iklan kami berharap bisnis ini akan terus tumbuh, karena potensinya yang sangat besar, seiring dengan perkembangan teknologi informasi,” jelasnya.
 
Lay menyatakan Indonesia merupakan satu pasar tertinggi untuk segmen periklanan mobile Internet, di mana hingga semester pertama 2011, Indonesia berada di peringkat kedua dengan jumlah 3.760 juta iklan.
 
Peringkat pertama diduduki oleh India dengan jumlah iklan pada periode tersebut mencapai 7.470 iklan. Indonesia tercatat mengalahkan Vietnam di posisi ketiga dengan 1.820 iklan, dan United States di posisi keempat dengan 1.450 iklan.
 
Pemasangan iklan melalui mobile Internet seperti menggunakan BuzzCity juga dinilai cukup efektif, mengingat target marketnya yang dapat disesuaikan berdasarkan sejumlah kategori.
 
Kategori pasar pemasangan iklan melalui BuzzCity antara lain adalah berdasarkan negara, operator telekomunikasi, jenis handset (perangkat mobile), operating system handset yang digunakan, fitur dalam handset.
 
“Pemasang iklan dapat secara flekibel memilih pasar yang dituju. Pembayaran juga hanya dikenakan berdasarkan klik pembaca, di mana untuk Indonesia harganya cukup murah sekitar Rp500/klik,” terangnya. (ln)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Arief Novianto

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top