Kemenkominfo studi banding ke AMM & ARF

BADUNG, Bali: Setelah menjadi bahan cemoohan pada penyelengaraan Asean Summit, diam-diam Kemenkominfo melakukan studi banding ke Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua tempat digelarnya Asean Ministerial Meeting (AMM) ke-44
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Juli 2011  |  10:51 WIB

BADUNG, Bali: Setelah menjadi bahan cemoohan pada penyelengaraan Asean Summit, diam-diam Kemenkominfo melakukan studi banding ke Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua tempat digelarnya Asean Ministerial Meeting (AMM) ke-44 dan Asean Regional Forum (ARF) ke-18.Sore ini, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Freddy H Tulung secara mendadak dan secara singkat mengunjungi ruang media AMM dan ARF yang disediakan oleh Kementerian Luar Negeri.Dengan berbatik lengan pendek warna coklat, Freddy mengamati ruang media. Mulai dari ruang kerja wartawan, media booth hingga ruang taklimat media (press briefing room), pusat media (media center).Setelah itu, Dirjen melakukan diskusi dengan sejumlah pejabat Kemenlu yang menemani. Dengan tangan bersidekap, kadang kepala sang Dirjen manggut-manggut mendengarkan penjelasan untuk kemudian meninjau ruang-ruang pertemuan yang lain.Departemen yang dipimpin Tifatul Sembiring memang sangat berkepentingan dengan kunjungan kali ini, maklum, November mendatang mereka akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan East Asia Summit di Bali. Peningkatan kualitas, pasca Asean Summit yang payah mutlak dilakukan.Kemenlu yang menggelar AMM dan ARF kali ini memang bisa menjadi contoh bagi Kemenkominfo untuk mengorganisasi wartawan mulai dari pengurusan identitas wartawan hingga akomodasi bagi peliput selama penyelenggaraan acara.Pada penyelenggaraan AMM dan ARF kali ini, media mendapatkan ruang kerja di salah satu ruangan di dalam Bali International Convention Center yang memiliki 17 ruang pertemuan. Ruang kerja media bagi peliput berkapasitas 500 media. Bagi media yang menginginkan ruang (booth), panitia meyediakan dengan sistem sewa. Tarif sehari mencapai Rp1 juta.Sementara untuk ruang makan, disediakan restoran Capsicum, lokasi makan kemudian untuk memudahkan wartawan, dipindah ke samping press room dengan standar pelayanan hotel bintang lima. Bandingkan dengan ruang kerja wartawan yang disediakan Kemenkominfo di ajang Asean Summit, Mei lalu yang hanya berupa tenda, menggunakan kamar kecil pengungsi, berlantai papan yang berderak dan melentuk ketika dilalui yang juga berfungsi sebagai ruang taklimat bagi media dan tempat makan. Sayangnya, dengar punya dengar, konon untuk East Asia Summit yang akan dihadiri Barack Obama dan Vladimir Putin tersebut, lagi-lagi ruang kerja wartawan tidak akan ditempatkan di dalam gedung Bali Nusa Dua Convention Center tempat acara EAS 2011 digelar. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top