Biaya interkoneksi seluler turun 9%

JAKARTA: Kementerian Komunikasi dan Informatika menetapkan penurunan biaya interkoneksi untuk telekomunikasi seluler sebesar 3%-9% sehingga tidak signifikan menurunkan biaya panggilan melalui ponsel.
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  09:04 WIB

JAKARTA: Kementerian Komunikasi dan Informatika menetapkan penurunan biaya interkoneksi untuk telekomunikasi seluler sebesar 3%-9% sehingga tidak signifikan menurunkan biaya panggilan melalui ponsel.

Interkoneksi merupakan keterhubungan antarjaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda.

Adapun, biaya interkoneksi merupakan biaya yang dibebankan sebagai akibat adanya saling keterhubungan antarjaringan telekomunikasi yang berbeda dan ketersambungan jaringan telekomunikasi dengan perangkat milik penyelenggara jasa telekomunikasi.

Plt. Dirjen Pos dan Telekomunikasi Kemenkominfo Muhammad Budi Setiawan mengatakan regulator bersama dengan operator telekomunikasi serta konsultan independen telah menghitung penurunan biaya interkoneksi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo No. 8/2006 tentang Interkoneksi yang berbasis biaya, maka akan mulai diterapkan formulasi baru pada awal 2011. Berdasarkan hasil perhitungan, [biaya interkoneksi] turun 3%-9% untuk seluler, ujarnya kepada wartawan, hari ini.

Dia menjelaskan tarif interkoneksi untuk jaringan telepon tetap menggunakan kabel atau public switched telephone network (PSTN) turun sebesar 1%-8%, sedangkan untuk felepon tetap nirkabel atau fixed wireless access (FWA) turun 1%-25%.

Menurut Budi, biaya interkoneksi untuk pesan singkat (SMS) masih menggunakan standar sebelumnya. Penurunan biaya interkoneksi akan berlaku efektif pada 2011.

Biaya interkoneksi ditanggung oleh operator yang dipungut dari pelanggan. Dengan demikian operator kecil akan terbebani dengan biaya interkoneksi yang tinggi, sehingga semakin sulit bersaing dengan operator besar (dominan).

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring mengatakan penghitungan biaya interkoneksi dilakukan bersama dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Saya memantau pembicaraan di BRTI, di sini dibicarakan dengan konsultan, ada penurunan tetapi tidak besar. Akan ada kompromi-kompromi, ujarnya.

Tifatul menegaskan penurunan biaya interkoneksi jangan terlalu besar karena operator akan terus berkembang.

Menurut dia, masih akan ada kompromi-kompromi dan pembicaraan, kendati secara regulasi telah selesai, tetapi belum mulai direalisasikan.

Kami minta [operator] meningkatkan layanan mereka. Jangan terkesan membohongi konsumen, seperti sudah berjanji begini dan begitu, tetapi tidak sesuai," tegas Menkominfo.(jha)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top