Utilisasi kapasitas data 2011 dipercepat

Bambang Priyo Jatmiko
Bambang Priyo Jatmiko - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  12:48 WIB

JAKARTA: Operator penyedia layanan Internet berbasis teknologi nirkabel diperkirakan akan mempercepat pemenuhan kapasitas jaringannya untuk mengantisipasi kebutuhan bandwidth layanan data pada 2011.

Gideon Purnomo, Vice President Channel Management PT Telkomsel, mengatakan pihaknya memperkirakan peningkatan utilisasi jaringan untuk layanan data di 2011 akan lebih cepat terjadi dibandingkan 2010. Trafik data akan tumbuh di 2011. Kami memperkirakan utilisasi [kapasitas] -nya akan lebih cepat dengan perbandingan jika biasanya ada prediksi 5 bulan penuh maka tahun depan dalam 1 bulan saja sudah penuh, ujarnya disela-sela Christmas Year End Sale baru-baru ini.

Menurut dia, dengan demikian operator akan selalu memberi tambahan kapasitas lima kali lebih panjang dari biasanya dalam period tertentu. Selama ini utilisasi di jaringan 3G tergolong masih longgar digunakan untuk layanan voice atau telepon.

Gideon menambahkan maraknya penetrasi peranti tablet PC khususnya yang umum hadir dengan fitur konektivitas WiFi ke pasar domestik diperkirakan tidak akan langsung memacu utilisasi di jaringan 3G. Playbook misalnya, baru tersedia versi WiFi, maka tidak langsung mendorong utilisasi di 3G kecuali dipadu dengan router nirkabel. Apapun jaringannya operator sudah menyiapkan kapasitas tambahan, jelasnya.

Telkomsel sebagai operator dengan pangsa pasar terbesar mematok porsi kapasitas tambahan 3G sebesar 60% atau lebih besar dibandingkan penambahan kapasitas di 2G. Adapun layanan data BlackBerry Telkomsel sendiri 1,2 gigabit per second (Gbps) yang diklaim sebagai yang terbesar dari seluruh operator di Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Nicanor V. Santiago, Marketing Director PT XL Axiata Tbk, memperkirakan layanan data akan mengimbangi strategi di voice dan SMS tahun depan. Kami akan agresif dengan strategi promo tarif di layanan data untuk mengimbangi kecilnya tingkat pertumbuhan dari layanan telepon [voice] dan sedikit turunnya pertumbuhan dari SMS, ujarnya disela-sela peluncuran promo Tarif Nelpon Rp0 pekan lalu.

Layanan telepon (voice) masih memberi kontribusi sekitar 50-60% bagi total pendapatan diikuti SMS 20-25% dan sisanya dari layanan data. Dari sisi kapasitas, layanan data XL menggunakan 10% dari total kapasitas 170 terrabyte data per hari. Semantara bandwidth layanan BlackBerry XL yang mencapai 800 Mbps, tingkat utilisasinya baru 50%.

Adapun manajemen Indosat Mega Media yang bersinergi dengan induk usahanya, operator seluler Indosatmemperkirakan pemakaian bandwidth rata-rata pelanggan ritel IM2 saat ini masih berada di kisaran 2 giga bit per second (Gbps).

Abu Syukur Nasution, Sales and Marketing Director PT Indosat Mega Media, memperkirakan

tidak semua pemain layanan data terlibat perang harga kecuali penyedia layanan data baru yang agresif untuk meraih pangsa besar. Potensi pertumbuhan data masih sangat tinggi dan peluang ke depan masih besar karena penetrasi berlangganan Internet masih dibawah 10% dari total lebih dari 32 juta pengguna Internet, ujarnya.

Layanan data, tutur Abu, menjanjikan bagi semua operator seiring mulai stagnannya petumbuhan dari SMS dan suara yang hanya mencapai 5%-8%. Namun pendapatan layanan data juag belum mampu mensubstitusi pendapatan rata-rata (average revenue per user/ARPU) layanan telepon dan SMS yang menurun.

Agresifnya pemain baru juga mendorong pemain existing meredam dan konsisten memberikan kenyamanan yang siap diperpanjang untuk meretensi atau menjaga loyalitas pelanggan lama maupun menarik minat pelanggan baru.

Pasar layanan data saat ini juga diperebutkan operator Hutchison CP Telecommunication (Tri), Natrindo Telepon Seluler, Telkom FlexiNet, Smart Telecom, Bakrie Telecom dan lainnya secara agresif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top