Bakrie Telecom targetkan daur ulang 50.000 ponsel

Bambang Priyo Jatmiko
Bambang Priyo Jatmiko - Bisnis.com 17 Desember 2010  |  04:35 WIB

JAKARTA: PT Bakrie Telecom menggandeng distributor ponsel PT Dian Graha Elektrika menggelar program pengumpulan telepon seluler (ponsel) bekas untuk didaur ulang.

Irfandi Firmansyah, Executive Vice President PT Bakrie Telecom Tbk, mengatakan melalui program ini pihaknya ingin mengajak masyarakat peduli pada barang-barang telekomunikasi yang sudah menjadi sampah dan berbahaya bagi kehidupan manusia. Berbagai material yang terkandung di dalam barang-barang tersebut mengandung bahan-bahan metal dan kimia yang berdampak buruk pada lingkungan maupun kesehatan, ujarnya.

Menurutnya manajemen telah menetapkan serangkaian target lingkungan yang agresif dan terukur, diantaranya menggunakan ulang (reuse) atau mendaur ulang (recycle) 75% dari limbah elektronik yang dihasilkan jaringan dan teknologi informasi selama tahun 2011 dan mengumpulkan 50.000 handset bekas untuk digunakan kembali (reuse) atau didaur ulang (recycle) hingga tahun 2012.

Bakrie Telecom, tuturnya, hendak memastikan pada saat tahun 2011, 50% dari belanja modal perusahaan sudah harus sesuai dengan kriteria supplying green perusahaan dan mengurangi 50% emisi gas rumah kaca pada setiap pelanggan, sejak tahun 2009 hingga tahun 2014.

Menurut Irfandi, manajemen telah menetapkan serangkaian target lingkungan yang agresif dan terukur, diantaranya menggunakan ulang (reuse) atau mendaur ulang (recycle) 75% dari limbah elektronik yang dihasilkan jaringan dan teknologi informasi selama tahun 2011 dan mengumpulkan 50.000 handset bekas untuk digunakan kembali (reuse) atau didaur ulang (recycle) hingga tahun 2012.

Bakrie Telecom juga hendak memastikan bahwa pada saat tahun 2011, 50% dari belanja modal perusahaan sudah harus sesuai dengan kriteria supplying green perusahaan dan mengurangi 50% emisi gas rumah kaca pada setiap pelanggan, sejak tahun 2009 hingga tahun 2014.

Adapun untuk sementara ini penyerahan ponsel bekas dalam keadaan dan merek apapun dapat dilakukan di gerai Esia yang sementara berlaku di Jakarta dan Bogor dan akan di daur ulang bekerja sama dengan Dian Graha Elektrika sebagai representative service center Huawei di Indonesia.

Selain pengumpulan ponsel bekas, gerakan itu juga meliputi pengumpulan peranti pendukungnya seperti charger, baterei ponsel, cangkang kartu RUIM bekas, kartu perdana bekas maupun kartu isi ulang bekas beserta plastiknya.

Program pengumpulan ponsel diklaim operator itu sebagai bagian dari gerakan Hijau Untuk Negeri, suatu upaya komprehensif Bakrie Telecom mengintegrasikan pengelolaan lingkungan di seluruh operasinya. Aktivitasnya tidak saja ditujukan pada kalangan internal perusahaan tapi justru melibatkan pihak-pihak luar, termasuk pelanggan dan masyarakat.

Irfan memaparkan ada 8 gerai Esia yang siap menerima penyerahan ponsel bekas tersebut, meliputi Gerai Esia di Wisma Bakrie, Gerai ITC Roxy Mas, Gerai ITC Fatmawati, Gerai ITC Cempaka Mas, Gerai Margonda Depok, Gerai Bekasi di kompleks kalimalang komersial center, Gerai WTC Matahari Serpong dan Gerai di Jalan Padjajaran no. 41 Bogor.

Irfandi mengatakan gerakan itu bukan semata aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan. Ini terobosan bisnis yang memiliki target kinerja jelas dan terukur. Ada efisiensi sumber daya yang berdampak signifikan pada penghematan keuangan perusahaan, jelasnya.

Bakrie Telecom juga memberikan diskon sampai dengan Rp50.000 untuk pembelian ponsel Esiadan USB Modem AHA. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top