Program USO terancam molor

Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  10:10 WIB

Normal 0

JAKARTA: Pelaksanaan universal services obligation (USO) untuk program Desa Berdering dan Internet kecamatan berpotensi meleset dari target sebanyak 5.748 kecamatan terkoneksi Internet pada 2010 karena tidak dapat diselesaikan pada tahun ini.

M. Budi Setiawan, Plt. Dirjen Postel Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan target USO tidak bisa tercapai semua pada akhir tahun ini, tetapi pada 2014 sebagai proyek multiyears.

Tahun ini ada target 4.000 desa dan itu akan tercapai pada bulan ini, ujarnya kepada Bisnis melalui pesan singkat hari ini.

Pemerintah akan menyediakan akses Internet di kecamatan melalui program USO yang mencakup 5.748 kecamatan. Adapun, untuk USO Desa Berdering akan menjangkau 38.100 desa yang tersambung jaringan telekomunikasi.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot Dewo S. Brata mengatakan pelaksanaan program USO Desa Berdering dan Internet kecamatan sejauh ini berjalan sesuai dengan jadwal.

Menurut dia, pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi target akhir program USO tersebut. Biasanya yang namanya injured time [saat-saat akhir] kan dikebut program USO itu.

Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Santoso Serad mengakui hingga akhir tahun ini baru 4.448 kecamatan yang infrastrukturnya selesai digarap atau 77,3% dari target 5.748 kecamatan.

Sebelumnya, dia mengungkapkan program USO Internet kecamatan yang telah selesai tahap pembangunan infratsrukturnya sebanyak 40% atau 2.300 kecamatan dan akan mulai bisa digunakan oleh masyarakat setempat pada akhir tahun ini.

Menurut dia, 2.300 kecamatan itu masuk ke dalam paket 7, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur serta paket 8 mencakup Kalimantan.

Pemenang tender penggelaran infrastruktur USO Internet kecamatan di antaranya PT Jastrindo Dinamika di 1.592 titik, PT Telkom Tbk 1.396 titik, PT Sarana Insan Muda Selaras 1.245 titik, dan PT Aplikanusa Lintasarta 1.515 titik.

Menurut rencana, pemasangan jaringan akan dilakukan setelah proses tender sistem informasi manajemen dan monitoring layanan Internet kecamatan (SIMMLIK) dengan nilai Rp210,98 miliar selama 4 tahun.(jha)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top