Peredaran uang elektronik naik pesat

JAKARTA: Peredaran uang elektronik selama Januari-Oktober 2010 mencapai 6,7 juta instrumen dengan nilai transaksi Rp575 miliar. Kepala Biro Pengembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Aribowo mengatakan industri uang elektronik dalam
Yeni H. Simanjuntak | 15 Desember 2010 09:14 WIB

JAKARTA: Peredaran uang elektronik selama Januari-Oktober 2010 mencapai 6,7 juta instrumen dengan nilai transaksi Rp575 miliar. Kepala Biro Pengembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Aribowo mengatakan industri uang elektronik dalam beberapa tahun terakhir berkembang cepat sejak diterbitkan pertama kali pada 2007.

Ke depan akan lebih besar lagi [uang elektronik], karena BI mendorong penggunaan uang secara elektronik, ujarnya hari ini.

Dia memaparkan penyelenggaraan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU) oleh lembanga selain bank juga meningkat. Data BI, penyelenggara KUPU selain bank hingga Oktober 2010 mencapai 58 penyelenggara berizin yang telah beroperasi dan nilai transaksi pada tahun ini mencapai Rp2,83 triliun.

Menurut dia, BI akan mendorong pengembangan sistem pembayaran non tunai yang aman, efisien, dan memerhatikan kepentingan konsumen.

Dia memandang respon dan minat lembaga selain bank untuk menjadi penyelenggara kegiatan sistem pembayaran sebagai sesuatu yang positif untuk mendorong penggunaan uang non tunai dan memperluas akses masyarakat dalam memperoleh layanan keuangan.

Menurut dia, sisi keamanan dari penyelenggara keuangan secara elektronik akan diaudit secara berkala untuk menghindari risiko.

Operator yang telah memberikan layanan transaksi keuang secara elektronik terdiri dariPT Telkomsel dengan T-Money, Indosat melalui layanan Dompetku Kirim Uang dan anak perusahaan PT Telkom yaitu PT Finnet Indonesia. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top