Telkom dinilai perlu mempercepat proses merger

News Editor | 15 Desember 2010 08:07 WIB

JAKARTA: Lambatnya PT Telkom Tbk dalam memutuskan persoalan merger dengan Esia dinilai bakal merugikan operator incumbent tersebut."Saya khawatir hal itu (lambat memutuskan) malah melemahkan Telkom. Dengan keadaan seperti itu, isu digoreng ke sana ke sini yang akhirnya merugikan Telkom," ujar anggota BRTI Heru Sutadi hari ini.Selain itu, tambahnya, apabila tidak segera diputuskan, maka demo Sekar Telkom makin marak dan berkembangnya isu bahwa Telkom dicaplok BTEL yang tentunya membuat posisinya kurang bagus."Kalau saya menilai agar masalah merger itu cepat diputuskan dan cepat dilaporkan ke KPPU dan BRTI, dan tentunya setelah mempertimbangkan aturan dan dampak secara komprehensif," tuturnya.Pengamat telekomunikasi dari Universitas Pelita Harapan Guntur S. Siboro menilai proses merger memang perlu waktu agak lama."Berkaca pada merger antara Indosat dan Satlindo, bisa lama prosesnya karena masalah valuasi perusahaan dan aspek legal. Belum lagi masalah nonteknis," ujarnya.Sekjen Masyarakat Telematika (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiadi mengungkapkan merger Flexi Esia sangat menguntungkan kedua belah pihak, karena berpotensi memperbesar pasar masing-masing dan menambah diversifikasi produk.Sementara itu, Ketua DPP Sekar Telkom Wisnu Adhiwuryanto mendesak agar merger dibatalkan karena dikhawatirkan perusahaan hasil merger dijual ke asing sehingga samasaja dengan menjual aset negara.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top