Jual-beli tower mekanisme bisnis biasa

JAKARTA: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai penjualan tower oleh operator telekomunikasi kepada perusahaan tower nasional sebagai mekanisme bisnis yang bertujuan mendapatkan modal untuk ekspansi operator tersebut dan mengurangi biaya
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  09:58 WIB

JAKARTA: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai penjualan tower oleh operator telekomunikasi kepada perusahaan tower nasional sebagai mekanisme bisnis yang bertujuan mendapatkan modal untuk ekspansi operator tersebut dan mengurangi biaya perawatan tower.

Anggota BRTI Nonot Harsono mengatakan jual-beli tower merupakan mekanisme bisnis yang tidak diatur, karena industri telekomunikasi di dalam negeri telah diliberalisasikan.

"Sebenarnya ada dalam SKB [surat keputusan bersama] 4 menteri soal menara, di mana pemiliki tower adalah perusahaan menara nasional. Namun, jual-beli tower sebagai mekanisme bisnis biasa saja," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Dia menjelaskan kepemilikia tower dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yakni tower yang dimiliki oleh perusahaan menara nasional dan tower yang dimiliki oleh operator telekomunikasi.

PT Menara Tbk berencana untuk membeli 1.000 BTS milik PT Hutchison CP Telecommunications (3).

Menurut Nonot, kemungkinan operator 3 tersebut menjual tower, untuk mendapatkan modal untuk melakukan ekspansi jaringan serta mengurangi biaya perawatan tower.

Sementara itu, PT Menara Tbk yang berencana membeli tower tersebut untuk kemudian disewakan kepada seluruh operator yang akan memasang pemcancar atau base transceiver station (BTS).

Persyaratan lain untuk perusahaan tower, kata dia, dilihat adri sisi estetika berupa kandungan lokan atau tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Menurut dia, pembelian tower dari operator oleh perusahaan menara nasional untuk mencari keuntungan dengan menyewakan tower tersebut kepada seluruh operator telekomunikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top