Avaya perkuat penetrasi di Asia Pasifik

MACAU: Avaya, vendor sistem komunikasi untuk bisnis, menyiapkan sejumlah strategi dan investasi untuk memperkuat penetrasi pasar di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Francois Lancon, President Avaya Asia Pasifik, mengatakan setelah mengakuisisi bisnis
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 07 Desember 2010  |  11:35 WIB

MACAU: Avaya, vendor sistem komunikasi untuk bisnis, menyiapkan sejumlah strategi dan investasi untuk memperkuat penetrasi pasar di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Francois Lancon, President Avaya Asia Pasifik, mengatakan setelah mengakuisisi bisnis solusi enterprise Nortel, perusahaannya melakukan perubahan besar yang lebih fokus pada kolaborasi bisnis dari sebelumnya solusi berbasis suara. "Setelah mengakuisisi Nortel, kini Avaya menjadi perusahaan baru. Tahun ini kami mendapatkan kesempatan terbesar di mana bisnis tumbuh signifikan sehingga tahun depan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi," ujarnya pada Asia Pacific Partner Conference di The Venetian Hotel, Macau, hari ini. Dia mengungkapkan setelah mengalami penurunan pada 2009, sepanjang tahun ini bisnis Avaya di Aspas tumbuh pesat dengan pendapatan pada kuartal III sebesar U$122 juta dibadingkan dengan periode yang sama tahun lalu U$80 juta. Lancon memaparkan pendapatan bisnis Avaya di Indonesia pada tahun ini juga tumbuh 6,2% seiring dengan membaiknya perekonomian di Tanah Air. Dia menjelaskan kondisi itu menunjukkan arah yang positif setelah pada 2009 pertumbuhannya terpuruk menjadi hanya 4,5%, padahal sempat mencapai 6,3% pada 2007. "Pada 2011 kami menargetkan pertumbuhan bisnis di Indonesia bisa mencapai 7,2%. Indonesia merupakan pasar terbesar keenam di Asia Pasifik. Untuk itu kami menyiapkan investasi dalam waktu dekat ini," tutur Lancon. Dia optimistis tren pergherakan investasi dunia belakangan ini yang mengarah ke Asia, termasuk Indonesia, mendorong perusahaannya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Menurut dia, salah satu bentuk investasi Avaya di antaranya merekrut lebih banyak sumber daya manusia (SDM) lokal yang akan membantu Avaya menyediakan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan perusahaan skala enterprise multinasional saat mereka mananam modal di Indonesia. Di Indonesia, papar Lancon, Avaya yang kini menggandeng tujuh mitra besar integrator sistem dan dua mitra distributor diperhitungkan sebagai penguasa pasar solusi komunikasi bisnis. Bisnis Avaya mencakup solusi contact center di antaranya sistem interactive voice response (IVR), solusi unified communication (UC) seperti terminal video dan perangkat kolaborasi komunikasi, serta infrastruktur data, termasuk peranti switching berkecepatan tinggi untuk pusat data.(jha)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top